Langsung ke konten utama

Perasaan yang terus berkembang


Oleh : FRS 

Saat itu, saat waktu berlalu.. 
Ku melepas mu saat kau menaiki mobil colt itu, melepas setiap meter jarak diantara kita.  Melepas untuk merasa rindu.  Kau pun langsung menyapa lewat pesan singkat. 

Iki...  Katamu
Apa sayang? Kataku
Masih kangen..  Katamu

Aku juga merasakan kerinduan yang sangat luar biasa. 

Waktu berlalu saat bulan puasa.  Ini puasa pertama kita sayang,  itu katamu.  Dalam doaku selalu aku panjatkan agar kau selalu bersamaku menghabiskan waktu dalam setiap momen,  termasuk bulan puasa,  dalam doaku,  ku selalu berharap agar bulan ramadhan selanjutnya dan selamanya, kita bisa bersama. 

Jarak yang memisahkan,  membuat rindu ini terus terkumpul dan terakumulasi dengan sangat luar biasa.  Aku biarkan rasa rindu ini terus berkembang,  dalam menahan rindu ini aku berusaha untuk memperbanyak setiap aktivitas, agar rindu  ini tidak terlalu terasa berat. 

Berita yang mengejutkan datang saat ibumu mengalami kecelakaan dan harus menjalani operasi.  Ini membuat waktumu sedikit teralihkan,  namun aku mengerti dan salut luar biasa karena ternyata aku tidak salah pilih,  sosok yang bersamaku sekarang adalah sosok yang sangat mencintai keluarganya,  terutama ibu nya. Aku hanya bisa bertanya bagaimana kondisi ibu disana,  menanyakan adik kamu dan kondisi kamu disana. Sembari dalam hati ku mengatakan,  aku rindu,  teramat sangat rindu.

Waktu berlalu,  kamu menjalankan aktivitas kembali seperti biasa ketika ibu dipastikan baik baik saja.  Tak henti ku bertanya keadaan ibu karena betapa khawatirnya aku. 

Dengan kesibukan mu,  ku masih bisa berkomunikasi dengan baik bersamamu.  Hingga akhirnya kamu berencana untuk datang menemuiku lagi setelah lebaran dan saat ulang tahun ku.

Aku tak taham dengan rasa senangku bersamamu.  Aku berbicara pada kakaku dan kakaku sangat ingin tahu sosokmu.  Hingga akhirnya aku mencoba agar kamu bisa menemui kakaku. 

"bisa" katamu.

Akhirnya pada lebaran kita bertemu lagi sayang.. 

Aku yang tidak sabar menunggumu,  sudah mandi dari pagi buta.  Berdandan secantik mungkin dan memilih baju yang terbaik,  karena aku ingin terlihat cantik di hadapanmu.  Baju abu-abu pun dipilih karena aku suka baju itu. 

"a,  kalo udah deket bilang ya.." kataku. 

Sambil menunggu,  aku bersiap untuk memesan grab untuk menjemputmu. 

Saat kamu bilang sudah dekat,  ki langsung bergegas untuk ke pool travel bhineka yang tak jauh dqri rumah tanteku.  Sampai di pool travel,  kamu belum sampai.   Namun tak lama waktu berselang,  kamu datang sangat tampan dengan baju biru jeansmu,  aku lwngsung tersenyum bahagia. Kamu menghampiriku dan mengatakan "kamu ko makin cantik pake baju ini". Aku pun tersipu malu mendengarnya. 

Lalu kami langsung ke rumah tanteku,  disana kamu bertemu dengan om,  tante,  sepupu,  dan tentunya keluargaku. Aku merasa senang karena kamu berusaha tidak canggung dengan semua keluargaku.  Dan ini pertama kalinya aku memperkenalkan seorang pria kepada keluargaku. 

Dan akhirnya misi terjalankan,  pertemuanmu dengan kakaku.  Lalu kami semua keluarga jalan-jalan untuk sekedar mencari makan siang yang sudah lewat ke sore hari.  Aku memegang tangan nya,  namun ada riuh suara di belakang "eh eh eh belum muhrim"  ternyata itu suara kakaku. 

Akhirnya kamu meminta izin pada orang tua aku untuk membawaku jalan jalan di bandung.  Menikmati malam kota bandung.  Lalu sebelumnya aku menemanimu check in hotel dan langsung jalan jalan.  Tujuan kami tidak lah jauh hanya sekitaran buah batu saja.

Aku bercita cita ingin fotobox di jonas,  dan kamu mengabulka  nya.  Itulah foto pertama kita sebagai sepasang kekasih. 

Setelah itu kami berjalan di buah batu, mancari tempat yang baik untuk mengobrol dan menikmati momen malam itu.  Dan kami memutuskan untuk ke cafe Coffee On di sekitar buah batu.  Kafe yg kecil dan sepi,  namun bagi kami tempat tersebut sangatlah terasa ramai dan hangat,  ramai oleh riuh rasa gembira dan hangat oleh perasaan bahagia yg dirasakan. 

Saat itu kami ditemani oleh dua gelas minuman,  dan kamu hanya melihatku dengan tatapan takut,  ada yang mrngganjal,  tak tahu kenapa. 

"aa kenapa?" kataku
"gapapa" jawabmu
"kenapa liatin aku gitu banget" kataku lafi
Lalu kau mengatakan
"aku tak ingin sesuatu yang dihadapanku hilang begitu saja" katanya

Aku pun tersipu malu.
Dalam hati ku berjanji dan bertekad tifak akan meninggalkan mu.  Karena aku ingin kamu.  Dan hanya ingin kamu.


Jam terlihat telah pukul 9 malam.  Waktunya untuk aku pulang,  kau pun mengantarkan aku pulang dan langsung kembali ke penginapan. 

Pertemuan singkat dan penuh arti,  disini kami lebih mengenal satu sama lain dan dan kami merasa tak ingin kehilangan satu sama lain.  Terutama aku yang sangat mencintaimu. .

Entah mengapa pertemuan di bandung ini sangatlah berarti.  Rasa ini terua berkembang begitu hebat dan tak tahu bagaimana mengendalikan nya.  Karena aku memang tak ingin mengendalikan nya. 

Keesokan hari nya,  keinginanku untuk menghabiskan waktu berjalan denganmu menjadi hampir pupus karena kamu sakit. Aku khawatir dan akhirnya membatalkan rencana semua.  Kamu datang ke rumah tante ku dan mengatakan pada pesan singkat. 

"tunggu aku didepan"

Aku menunggumu.. 

Kami tetap mengobrol dan saat kami ditinggalkan berdua,  kau mengatakan.

"boleh pegang tangan ga? "

Tanpa akh jawab " ya atau tidak".  Aku langsung meraih tangannya. 

Akhirnya kamu pamit untum pulang,  bersama aku yang akan mengantarnya ke terminal leuwi panjang.  Menaiki angkot yang ternyata jauh lebih elit dan romantis dibanding menaiki pesawat jet pribadi.  Apalagi dengan tangannya yang tak henti memegang tangankh dengan erat,  hingga seorang anak kecilpun melihat dan menatap tajam kami.

Hal sekecil apapun tergambarkan sangat berarti untukku.  Apalagi ternyata kau ingat kalo aku suka kue red velvet di harvest.

Saat diangkot
"nah a,  itu harvest"
"kiri" ucapmu.
"mau ngapain?"
"ayo turun ,  katanya mau harvest."

Kami pun turun dan masuk ke dalamnya.  Ini pertama kalinya aku beli kue di harvest bersama orang yang sangat di cintai.

Aku seperti biasa memilih re velvet sementara kamu memilih blueberry cheesecake. 

Kamu bersenda gurau,  tertawa hingga kami tak sadar ternyata waktu sudah lewat dzuhur, kau harus pulang,  padahal aku masih rindu. 

Akhirnya setelah kami keluar,  aku ingat  kalo ingin memberi oleh oleh untuk kamu dan untuk keluarga ku. 

"ke prima rasa yuk,  anter"
"ayooo,  jauh ga? "
" lumayan sih,  mau naik angkot "
" kalo ga jauh gapapa,  jalan kaki aja,  kan ini jalan buah batu,  jalan milea da  dilan"

Kami berjalan sambil berpeganga  tangan,
Kamu bilang "ini bukan hanya jalan mile dan dilan,  tapi ini jalan kita berdua"

Menurutku itu momen sangat spesial yang jarang orang lain dapatkan dari pasangan.

Setelah itu,  kami naik angkot dan sampai di leuwi panjang.  Aku merasa sangat sedih. Harus berpisah denga  pria yang sangat aku cinta dan sayang. 

"jangan sedih,  aku pasti kembali" katamu. 

Kami saling berpelukan.  Dan pas ketika bis nya datang. 

"sayang aku pulang ya".

"iya hati hati"

Lalu bis nya pun berlalu,  namun aku masih tetap menunggu sampai bisnya hilang dari pandanganku. 

Sayang..  Aku akan menunggumu. 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Awal Sebuah Kata Rindu

Oleh   :  FRS Assalamualaikum, Ki ini Nzam.. Kata paling indah yang pernah tertulis dalam pesan singkat whatsapp.  Menggiring hati ini untuk selalu rindu padamu.  Pertemuan tak disangka yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.  Awalnya ku takut meraihmu.  Dengan track record tak pernah LDR,  akankah ku bisa meraihmu.  Untukku,  kamu adalah mimpi,  mimpi yang aku tak tahu apakah ku bisa meraihmu atau tidak? Tabu memang,  namun bermodalkan rasa inginku meraihmu, akhirnya ku beranikan diri.  Sosok yang entah bagaimana,  aku tak tahu,  tapi ku menyukai setiap cerita yang kamu ceritakan,  bahkan aku menunggu setiap cerita yang kamu setiap hari.  Lama aku mengenalnya akhirnya aku dan kamu memutuskan untuk bertemu. Di depan mini market,  ku lihat ada seorang pria yang dapat menentramkan hatiku,  ku parkirkan motor ku dan kamu menyapa.  "Hai",  sapa kamu padaku,  "Aa...

Saya PCOS?

Pernikahan berlangsung dengan bahagia di tanggal 27 Juli 2019. Apakah yang dinantikan dari sebuah pernikahan? Memang itu bukan hal yang paling terpenting namun selalu dinantikan. Dia adalah anak. Saya dan suami tak pernah memiliki target dalam bulan pernikahan ke sekian harus memiliki anak.  Apalagi kami melakukan Long Distance Married antara Jakarta dan Cianjur,  karena saya saat itu masih bekerja di Cianjur. Bulan Agustus dan September berjalan baik-baik saja,  sampai akhirnya bulan November pun tiba,  ko telat haid ya.  Telat nya bukan main sampai seminggu.   Rasa penasaran pun timbul,  jangan-jangan saya hamil. Rasa percaya diri luar biasa.  Akhirnya kami berdua membeli tespack dab mencoba keesokan harinya, hasilnya "ko negatif ya? Apa mungkin belum terdeteksi? Yasudah coba lagi minggu depan.  Saat dua minggu terlambat haid,  saya akhirnya mencoba tespack lagi tetap hasilnya negatif.  Ini pasti ada yang aneh.   De...